Pinlivingcolor.com – Dinilai lebih dariĀ  Rp 840.000 ($ 60) per cangkir, kopi Luwak adalah kopi paling mahal di dunia. Inilah semua yang perlu Anda ketahui tentang kopi termahal di dunia yang berasal dari Indonesia.

Sejarah

Sejarah minuman khas ini sudah ada sejak awal abad ke-18, selama era kolonial Indonesia. Saat itu, kopi sudah biasa menjadi minuman terkenal yang populer di kalangan elit dan orang kaya.

Petani lokal terpaksa menanam tanaman kopi untuk diperdagangkan, tetapi mereka tidak diizinkan memiliki beberapa produk untuk mereka sendiri. Suatu hari, penduduk asli mengamati bahwa spesies musang palem Asia tertentu yang hidup di daerah itu meninggalkan biji kopi di kotorannya, dan bahwa biji itu tetap utuh dan tidak tercerna.

Karena penasaran, para petani membersihkan dan mengolah biji kopi, dan untuk pertama kalinya mencicipi minuman tersebut. Mereka tidak tahu bahwa kopi yang baru saja mereka temukan ternyata lebih baik (dan harganya jauh lebih mahal) daripada kopi biasa yang mereka panen untuk koloni.

Produsen utama kopi Luwak di Indonesia saat ini adalah Sumatra, Bali, Jawa, dan Sulawesi.

Proses

Musang palem Asia, disebut luwak, menjelajahi dan mengendus biji kopi yang paling segar, matang dari pohon dan memakannya. Selama proses pencernaan, ceri dan pulp kopi dikeluarkan tetapi biji kopi tetap utuh.

Fermentasi juga terjadi selama proses pencernaan luwak, sebelum biji kopi dikeluarkan. Proses fermentasi menjelaskan bagaimana kopi Luwak memiliki kandungan bakteri lebih sedikit daripada kopi lainnya, meskipun diproses dari kotoran luwak.

Biji dari kotoran harus dicuci, dijemur, kemudian dipanggang sebelum ditumbuk dan diseduh.

Rasa

Salah satu ciri khas kopi Luwak adalah aromanya yang kuat. Ketika musang memilih biji kopi mereka, mereka hanya pergi untuk yang paling matang dan yang paling segar, sehingga sudah menjadi salah satu cara untuk memastikan kualitas. Proses yang terjadi juga mengurangi kepahitan, sehingga rasanya sangat enak bagi mereka yang lebih suka rasa kopi yang lebih ringan. Meski begitu, kopi luwak memiliki tekstur lebih tebal. Kopi memiliki banyak varietas, termasuk Arabika dan Robusta.

Kontroversi

Awalnya, luwak atau musang palem Asia dianggap sebagai hama, karena mereka memakan biji kopi yang dibudidayakan. Banyak petani memburu spesies ini dan membunuhnya saat mereka melihatnya. Sayangnya, luwak sekarang menjadi spesies yang terancam punah.

Itulah salah satu alasan mengapa banyak petani memilih untuk menahan tawanan musang mereka, mengurungnya, dan memberi mereka biji kopi yang dipilih oleh petani. Metode itu telah memicu protes dari aktivis hak-hak hewan karena musang yang dipelihara disimpan di dalam kandang kecil tanpa kebebasan dan sering diperlakukan dengan kejam, dengan sedikit perhatian diberikan pada kesejahteraan hewan. Musang liar hanya memilih ceri kopi yang paling matang, dan ketika petani memberi mereka kopi mentah, hewan-hewan itu menjadi sakit.

Latihan ini juga mengurangi kualitas kopi. Rasa kopi dari luwak yang dipelihara kurang otentik, karena stres memengaruhi proses pencernaan. Para petani juga sering memberi makan musang ceri kopi mentah, daripada membiarkan hewan memilih ceri kopi terbaik sendiri.

Bangga bukan kawan memiliki salah satu kopi termahal di dunia. Mari selalu jaga keberlangsungan lingkungan Indonesia. Agar, habitat Luwak bisa lestari dan dinikmati anak cucu kita kelak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *