Pinlivingcolor.com – Bandung, juga dikenal sebagai Paris van Java atau ‘The Paris of Java’, adalah tempat liburan yang semakin populer hanya beberapa jam perjalanan dari Jakarta. Hingga hari ini, ada banyak aspek yang membuat kota ini layak mendapatkan kehormatan ini. Dari mode hingga alam, baca terus untuk menemukan Bandung, ‘The Paris of Java’.

Paris van Java bukanlah semboyan buatan yang dibuat oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan pariwisata. Bahkan, julukan itu dipopulerkan hampir seabad yang lalu selama era kolonial. Beberapa menelusuri moniker kepada seorang pengusaha Belanda yang pertama kali menemukan istilah untuk membantu memasarkan barang-barangnya. Parijs van Java kemudian dipelajari dan diulangi oleh orang lain, termasuk wisatawan Eropa yang menyaksikan kecanggihan kota.

Busana Mekah

Sama seperti ibu kota mode asli dunia, Bandung juga merupakan pusat budidaya mode dan desain. Catatan dan warisan masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat kelas atas di Bandung menunjukkan minat dan antusiasme yang besar terhadap tren seni dan voguish.

Dibandingkan dengan kota-kota lain di kepulauan Indonesia, Bandung mungkin merupakan daerah yang paling modis pada saat itu, dipenuhi dengan butik-butik trendi dan toko-toko mode, ketika banyak budaya lain masih hidup secara tradisional. Bahkan saat itu, banyak mode dan tren fesyen ‘diimpor’ dari tidak lain dari Paris itu sendiri.

Bandung masih berdiri sebagai kiblat Indonesia modern untuk fashion. Meskipun adegan mode dan industri telah berkembang di kota-kota lain seperti Jakarta dan Bali, Bandung masih menjadi rumah bagi banyak label, produsen, dan desainer. Wisatawan dari kota-kota terdekat seperti Jakarta tidak akan meninggalkan Bandung sebelum mendapatkan beberapa barang dari banyak gerainya . Coba Cihampelas Street atau ‘jeans street’ untuk beberapa barang fashion murah di Bandung.

Arsitektur

Pengaruh Paris terhadap Bandung tidak berhenti pada mode. Pada awal 1900-an, sebagian besar bangunan di Bandung dibangun dengan Art Deco sebagai referensi arsitektur. Bangunan-bangunan ini termasuk Savoy Homann Hotel yang populer dan Gedung De Vries yang ikonis, yang merupakan department store pertama kota. Di luar Art Deco, sebagian besar bangunan bersejarah di Bandung mencerminkan pengaruh Eropa dalam arsitektur , termasuk gaya neoklasik atau bahkan gaya Gotik.

Cara termudah untuk menikmati arsitektur khas dan dekoratif Bandung adalah berjalan-jalan di Jalan Braga, yang merupakan salah satu pusat peradaban kota tua. Banyak bangunan di jalan itu ditutup untuk bisnis atau telah digunakan kembali, tetapi fasad mereka masih mencengangkan untuk diamati.

Bahkan sekarang, arsitektur adalah aspek utama dari perkembangan kota. Walikota saat ini, Ridwan Kamil, adalah seorang arsitek yang memiliki rencana besar untuk desain besar kota. Dia secara pribadi mendesain ruang baru yang sejuk sambil tetap mempertahankan dan menonjolkan bangunan bersejarah dengan lingkungan yang mendukung.

Cantik Alami

Pemandangan seni dan budaya Bandung yang berkembang pesat adalah pemandangan alamnya yang mulia. Ini memiliki topografi pegunungan yang memberikan pemandangan alam kota yang menakjubkan dan cuaca yang jauh lebih dingin, dibandingkan dengan kota-kota lain di Jawa, Indonesia. Atribut alami dan geografis itulah yang pertama kali menarik koloni Belanda ke kota dan membuat mereka memutuskan untuk membangun dan mengembangkannya. Iklim yang lebih dingin dianggap lebih cocok untuk orang Eropa.

Bahkan hari ini, wisata alam baru masih ditemukan dan didirikan. Banyak perusahaan populer di Bandung — hotel, restoran, kafe, ruang seni, dan lainnya — berupaya mencapai keseimbangan antara kecemerlangan arsitektur, desain yang modis, dan pemandangan alam yang menenangkan.

Selamat berlibur ke Bandung ya sobat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *